Mirip Dengan Jokowi, Akio Nitori Sang Raja Furnitur Jepang
Juga Merupakan Pengusaha Furnitur Super Sukses yang Dekat Dengan
Rakyat.
Meski samurai adalah relik masa lalu kebudayaan Jepang, akan tetapi
jiwa samurai tampaknya masih terus melekat di keseharian warganya.
Buktinya, banyak orang-orang terkaya disana menghasilkan kekayaan dengan
mengalahkan dominasi asing. Salah satunya adalah Akio Nitori. Melalui
bisnisnya, Aki-Home, Nitori berhasil mengusir dominasi IKEA di Jepang.
IKEA adalah rantai furniture store asal Swedia yang sudah lebih dulu
mendunia.
Pada tahun 1967, mirip dengan Presiden kita Presiden Jokowi, Akio
Nitori yang masih berusia 22 tahun, membuka sebuah toko furniture kecil
di Hokkaido. Kini, toko furniture itu telah berkembang ke 312 gerai yang
tersebar di seluruh Jepang. Inilah yang mengantarkannya ke daftar 50
orang terkaya di Jepang dengan total kekayaan senilai 1,2 miliar dolar
Amerika. Ada beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dari entrepreneur
berjiwa samurai ini.
Selalu melawan ala samurai
Di akhir tahun 70-an, industri furniture di Jepang masih erat dengan
mitos bahwa ketika Anda memiliki 5 toko atau lebih, ujung-ujungnya hanya
akan berakhir pada kebangkrutan. Terutama karena Anda tidak akan
mungkin untuk bisa mengelola semuanya secara efektif. Akan tetapi, Akio
Nitori melawan. Dan ia sukses membuktikan bahwa dengan lebih dari 300
gerai lokal, dan puluhan di luar negeri pun ia sanggup untuk tetap
memegang kontrol.
Mengadaptasi model yang sudah teruji di luar negeri
Kunjungan bisnisnya di Amerika Serikat lah yang kemudian mengubah
caranya melakukan bisnis. Selama seminggu di California, ia menemukan
betapa timpangnya gaya hidup antara warga Amerika Serikat dengan Jepang.
Konsumen Amerika Serikat pergi ke toko ritel untuk membeli furnitur dan
ornamen-ornamen untuk menghias rumah mereka yang luas. Sementara warga
Jepang hanya memilih seadanya untuk mengisi rumah mereka yang sudah
penuh sesak. Ia semakin terkejut dengan harganya yang sangat murah. Ia
bisa mendapatkan barang dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan di
Jepang. Temuan inilah yang kemudian ia bawa pulang. Dia memutuskan untuk
membangun perusahaan yang membantu orang-orang Jepang hidup sama
sejahtera dan sama nyamannya dengan orang Amerika.
Memberi dampak bagi masyarakat
Sukses besar, Akio Nitori tidak melupakan kewajibannya untuk beramal.
Forbes mencatatnya sebagai salah satu dari 4 filantropis (baca:
dermawan) terbaik Asia. Hal ini karena peran sertanya dalam
merestrukturasisasi Yubari, kota asal Nitori di Hokkaido, dengan cara
mendanai penanaman ribuan pohon sakura pada tahun 2009 untuk menarik
lebih banyak turis. Selain itu, ia juga turut membantu pemulihan pasca
bencana gempa dan tsunami Aceh 2004 silam. Sikap dekat dengan rakyat dan
sukses berkat bisnis furnitur ini membuat Tim Studentpreneur merasa
Akio Nitori mirip dengan Presiden Jokowi.
Nah Sobat Studentpreneur, pencapaian ini tidak mungkin dicapai tanpa
kegigihan yang luar biasa layaknya samurai di medan perang. Bagaimana
dengan jiwa samurai di dalam diri Anda? Mari berdiskusi di kolom
komentar! http://studentpreneur.co
No comments:
Post a Comment
Komentar